Panitera Pengadilan Agama Polewali Dikawal Ketat 150 Personil Kepolisian

Written by Sulfadli on . Posted in Berita

                Pengadilan Agama Polewali Kelas IB, Kamis 15 November 2018 berhasil melaksanakan eksekusi Putusan Pngadilan Tingkat Banding Nomor 92/Pdt.G/2006/PTA.Mks., tanggal19 Februari 2007 yang mengutakan Putusan Pengadilan Agama Polewali Nomor 92/Pdt.G/2005/PA.Pol., tanggal 7 Desember 2005 dalam perkara kewarisan antara Jamuli bin Aco dkk Sebagai Penggugat melawan Bidin bin Sannang dkk., sebagai Tergugat.

            Untuk tahun 2018, Pengadilan Agama Polewali berhasil melasanakan beberapa eksekusi, namun eksekusi kali ini terasa berbeda dari eksekusi sebelumnya. Pasalnya Panitera Pengadilan Agama Polewali Nasruddin, S.Ag., beserta Jurusita Pengganti Muallim, S.H.I., Panitera Muda Hukum Drs. M. As’ad, sejak berangkat dari kantor hingga sampai di lokasi eksekusi yang terletak di Desa Sambali Wali,  Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, dikawal ketat aparat keamanan dari Polres Polman. Bahkan sejak dari Kantor Pengadilan Agama, mobil pengamanan terus membunyikan sirenenya yang akhirnya mengundang perhatian masyarakat sekitar.

            Dalam proses eksekusi tersebut, Polres Polewali Mandar menurunkan tim pengamanan dengan jumlah personil sekitar 150 orang anggota kepolisian, dipimpin langsung oleh Wakapolres Polman Komisaris Polisi Mihardi, S.H.,M.S.i.

            “Baru kali ini kami melaksanakan eksekusi dikawal aparat keamanan dengan jumlah yang sangat banyak,” kata Panitera. Mengenai penyebab mengapa Polres harus menurunkan personil pengamanan sebanyak itu, karena selama ini, pihak Termohon Eksekusi sejak proses aanmaaning di Pengadilan Agama Polewali mau pun dalam proses mediasi di Polres Polman, selalu menunjukan sikap yang tidak bersahabat, bahkan kadang mengeluarkan ancaman akan melakukan perlawanan bagi siapa pun yang akan turun melakukan eksekusi.

            Menurut Nasaruddin, seandainya pihak Polres Polman tidak menurunkan pengamanan yang maksimal atau hanya menurunkan beberapa personil saja, maka besar kemungkinan Tim eksekutor akan pulang tanpa hasil, karena menurut pengamatan tim eksekutor yang turun ke lapangan, terlihat gejala Termohon eksekusi mempersiapkan diri bersama sejumlah orang untuk melakukan perlawanan, “Tapi alhamdulillah dengan dukungan aparat pengamanan yang maksimal, kami bisa menuntaskan tugas kami, sebagai pelaksana Putusan Pengadilan,” jelas Nasruddin yang diaminkan oleh Jurusita Pengganti Muallim, S.H.I.

            Sisi lain yang menarik dalam proses pelaksanaan eksekusi tersebut, menurut Nasruddin yang tidak lama lagi akan memasuki masa purna bakti sebagai Aparat Sipil Negara (ASN), dalam tim pengamanan tersebut diikutkan tenaga kesehatan berupa dokter dan perawat untuk menjaga kemungkinan adanya insiden yang membutuhkan keterlibatan aparat kesehatan tersebut, “Tapi alhamdulillah baik Pemohon eksekusi, Termohon eksekusi, maupun tim eksekutor hingga selesainya pelaksanaan eksekusi, tak seorang pun yang harus dirawat.” Tandas Muallim yang baru saja mendapat berita promosinya dari jabatan sebelumnya Jurusita Pengganti menjadi Jurusita pada Pengadilan Agama Polewali.

            Menanggapi maksimalnya pengamanan apparat Pengadilan Agama dalam pelaksanaan eksekusi tersebut, Ketua Pengadilan Agama Polewali Drs. Hasbi Kawu, M.H., menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kapolres dan Wakapolres Polman. Ia pun berharap agar kerja sama yang baik terus terjalin sebagaimana mestinya, karena menurutnya, tanpa dukungan maksimal dari pihak kepolisian sebagai Petugas pengamanan, Pengadilan Agama Polewali tidak mungkin bisa melaksanakan eksekusi secara sempurna.

Visit the new site http://lbetting.co.uk/ for a ladbrokes review.